Sejarah Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin NTB



Bima merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang terletak diujung timur dari pulau Sumbawa dan bersebelahan dengan Kota Bima. Secara geografis, Kabupaten Bima berada pada posisi 1170 40” - 1190 10 “ BT dan 70 30 LS. Wilayah yang biasa disebut Mbojo dalam bahasa Bima ini mempunyai beberapa sektor yang dapat diunggulkan seperti peternakan, perikanan, hasil laut, dan pariwisata. Sektor pariwisata sampai saat ini terus dikembangkan dan ditingkatkan oleh pemerintah daerah dengan segala aspek pendukung pariwisata demi menciptakan kabupaten Bima menjadi Kabupaten yang maju dan semakin baik kedepannya. Keadaan alamnya yang begitu indah, masyarakatnya yang ramah dan keunikan budaya lokalnya yang beranekaragam serta posisinya yang berada pada jalur segitiga emas daerah tujuan wisata Bali, Tanah Toraja dan Komodo telah menempatkan Kabupaten Bima sebagai daerah yang menyimpan sejuta pesona untuk dikunjungi para wisatawan, baik Domestik maupun Mancanegara. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sarana Transportasi yang sangat berperan penting dalam mendukung mobilitas Penduduk dari satu tempat ke tempat lain, baik antar Kota, antar Provinsi maupun antar Negara.
System Transportasi yang sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Bima dan Kota Bima khususnya pada masa mendatang adalah system Transportasi Udara. Kebutuhan penerbangan di kabupaten Bima saat ini di akomodasi oleh Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan satu-satunya Bandar Udara yang ada di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin di resmikan pada juli 1972 dan tergolong dalam kelas C dimana jumlah penumpang 250.000 pertahun1, sejak didirikannya Bandara Sultan Muhammad Salahuddin muncul permasalahan yang menyebabkan Bandara harus mengalami perbaikan/ redesain. Berdasarkan estimasi tahun 2025 jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan udara dari dan ke Bima diperkirakan berjumlah >500.000 orang pertahun. Sejak tahun 2009 frekuensi kedatangan dan keberangkatan Pesawat Udara di Bandara Muhammad Salahuddin sampai pada tahun 2013 cenderung meningkat.
 Tahun 2009 jumlah penumpang yang dating dan berangkat dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin tidak termasuk transit sebanyak 77.608, tahun 2011 mencapai 111.382 begitupun tahun-tahun seterusnya mengalami peningkatan yang pesat. Berdasarkan prakiraan kebutuhan penerbangan yang dilakukan oleh Departemen perhubungan udara untuk 10 tahun mendatang di perkirakan kebutuhan penerbangan dari dan ke Bima akan terus meningkat dengan pesat3. Hal ini juga di tunjang dengan diberlakukannya sistem otonomi daerah bagi Kabupaten Bima. Akibat terus bertambah banyaknya arus penumpang, kapasitas Bandara yang ada sekarang diperkirakan pada tahun-tahun berikutnya tidak akan memadai lagi, dikeranakan beberapa maskapai penerbangan akan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin ke berbagai Kota di dalam Negeri.




 Informasi letak lokasi bandar udara 



Pesawat Wings Air landing di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Palibelo Bima, Rabu 25/12/2013


Bandar udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima merupakan terminal utama bagi masyarakat Bima pulau Sumbawa dan sekitarnya yang melakukan perjalanan menggunakan jasa layanan udara. Airport Sultan Muhammad Salahuddin yang berada di Desa Belo Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima dibangun sejak masa penjajahan Belanda. Sebelum masuk maskapai nasional Merpati Nusantara Airlines di bandara yang disebelah kanan dan kiri terdapat tambak ikan bandeng dan tambak garam ini pernah melayani penerbangan pesawat Zamrud. Menjelang akhir tahun 1990 an menjadi bandara transit penumpang tujuan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur yang akan melanjutkan perjalanan laut via pelabuhan Sape Kabupaten Bima.
Memasuki era 2000 an pengguna jasa bandara Sultan Muhammad Salahuddin terus meningkat. Penumpang bandara Sultan Muhammad Salahuddin tidak hanya pelancong regional dan nasional. Pelancong manca manca negara turun di bandara yang jaraknya 22 km dari kota bima bertujuan di Lakey Beach Hu'u Kabupaten Dompu yang setiap tahunnya dibanjir para peselancar dari berbagai negara benua Eropa, Amerika dan Australia dan lain-lainnya.
Untuk melayani penumpang yang turun dari bandara Sultan Muhammad pihak bandara telah menyediakan kendaraan roda empat khusus sebagai angkutan penumpang Airport yang siap mengantar penumpang sesuai tujuannya dengan ongkos sewa sesuai jarak tempuh. Dan bagi pelancong tujuan wisata Lakey Beach Hu'u Kabupaten Dompu akan menempuh jarak tempuh sekitar satu setengah jam untuk sampai tujuan.
Bandara yang diambil dari nama Raja Bima XII Sultan Muhammad Salahuddin pernah didarati pesawat kepresidenan yaitu Presiden RI Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu negara Ny. Ani Yudhoyono bersama rombongan tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima pada hari Rabu, 5 April 2006. (presidenri.go.id)
Presiden RI pertama terpilih melalui pemilu presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendarat di bandara yang sampai tahun 2014 memiliki landasan sepanjang 1.650 meter dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten dan Kota Bima serta Kabupaten Dompu di Doro Peti. Pada dam Pela Parado seluas 4.014 ha yang dikerjakan selama 70 bulan (1999 hingga 2004) presiden yang akrab disapa SBY didampingi Bupati Bima Ferry Zulkarnain untuk menabur benih ikan tawes, ikan nila merah dan ikan samper.
 Di akhir tahun 2013 bandara udara Sultan Muhammad Salahuddin beberapa perusahaan penerbangan pernah melayani rute komersil Merpati Nusantara Airlines, Pelita Air serta Lion Air, Trigana Air kedatangan penerbangan baru yaitu Garuda Airlines. Penerbangan Garuda Airlines mendarat perdana di bandara udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima pada hari Minggu 1 Desember 2013.
Perusahaan penerbagangan swasta ini tidak hanya melayani rute Bima-Mataram (PP) dan Bima-Bali (PP) saja namun juga penerbangan Bima-Makassar (Ujung Pandang) Sulawesi Selatan (PP).
Pesawat landing dan take off di bandara Sultan Muhammad Salahudddin Bima saat ini tidak hanya hari siang hari saja namun pada malam hari tidak ada kendala jika cuaca mendukungnya. Ini terbukti dalam kondisi cuaca mendung dan gerimis sebuah penerbangan Garuda mendarat mulus sekitar pukul 19.00 WITA pada hari Rabu 25 Desember 2013. Tujuan penerbangan dari Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin meliputi sebagai berikut:

Maskapai
Tujuan
Garuda Indonesia
Mataram
Susi Air
Labuan bajo, Waingapu
Wings Air
Denpasar/ Bali,Mataram/Makasar



Komentar